RENCONG

tourism
Foto : steemit.com



Rencong merupakan senjata tradisional yang dijadikan simbol untuk pria Aceh (provinsi Nanggroe Aceh Darussalam) di masa lalu. Senjata asli Aceh ini berbentuk hampir menyerupai pisau dan memiliki sejarah yang kuat di Aceh.

Pada zaman penjajahan, para pria Aceh menggunakan senjata rencong ini untuk perang dalam melawan penjajah. Hingga sekarang pun, rencong masih digunakan sebagai senjata bela diri. Beberapa komunitas di Aceh juga ada yang menganggap senjata ini sebagai senjata pusaka dan jimat.

Meski tak banyak data menjelaskan sejarah rencong, namun catatan tertua mengenai keberadaan senjata tersebut menunjukkan bermula pada masa Kesultanan Aceh ke-10 (1589-1604), Sultan Alauddin Riayat Syah.

Impian terakhir Sang Sultan sebelum wafat, ingin memiliki senjata khas lagi andal untuk ditampilkan. Impian pun tetap menjadi impian. Sultan tak sempat melihat Rencong sepanjang hayatnya.

Cita-cita tersebut baru terealisasikan pada masa Kesultanan Aceh di bawah kekuasaan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Sang Sultan meminta pandai besi untuk membuat sebilah senjata dengan bentuk mengandung unsur tanah Aceh dan Islam.

Teuku Iskandar dalam De Hikajat Atjeh mengatakan, berdasarkan geografi Aceh yang masuk dalam Pulau Sumatera dengan belahan gunung Seulawah dan Bukit Barisan, tersalinkan kalimat Bismillahir Rahmanir Rahiem.
Maka, terbentuklah sebuah senjata dengan unsur bumi Aceh juga Islam.

Adapun penyebutan rencong berawal dari kata Runcing, kemudian diubah menjadi Rincung, dan terakhir menjadi Rintjong atau Rencong. Pada zaman kerajaan pula, rencong tak hanya dipakai raja, tapi juga para pejuang untuk mengusir penjajahan kolonial Belanda dan Portugis.





Tags : wisata, tourism

Komentar