KARAPAN SAPI

Foto : visitsumenep.com

Karapan Sapi Merah merupakan acara lomba balapan sapi khas masyarakat Madura yang turun temurun diselenggarakan setiap tahunnya. Dilaksanakan sebagai agenda event pada akhir bulan Agustus atau awal bulan September.

Awal mula Karapan Sapi 
Menurut cerita setempat, tradisi Karapan Sapi Merah pertama kali ada di abad ke 15. Saat itu, tanah Madura dikenal kering dan tidak cocok untuk pertanian. Lalu, ada seorang pangeran yang bernama Katandur yang ingin menjadikan tanah Madura menjadi subur untuk pertanian. Sehingga sang pangeran menggunakan sapi untuk membantu menyuburkan tanah.
Akhirnya rencana Pangeran Katandur pun berhasil. Dari yang tadinya kering, tanah Madura menjadi subur untuk pertanian dan bisa menghasilkan panen yang makmur. Untuk merayakan momen kemakmuran pertanian Madura, Pangeran Katandur berniat mengajak para petani untuk lomba balap sapi. Inilah tradisi yang hingga sekarang disebut sebagai Karapan Sapi Merah.

Persiapan Atraksi Lomba  
Persiapan yang diberikan oleh petani kepada sapi yang akan diikutsertakan juga tidak main-main. Mulai dari asupan gizi dan perawatannya sangat diperhatikan. Beberapa minggu sebelum lomba, para petani memberikan 40 butir telur dan jamu setiap harinya agar sapi memiliki tubuh yang kuat dan bisa berlari dengan kencang.

Jalur lomba
Setiap peserta perlu menyiapkan dua ekor sapi, seorang penunggangnya dan sepasang bambu untuk tempat berdiri penunggangnya, atau dalam bahasa Madura disebut nanggala. Bambu akan diletakkan di antara kedua sapi dan mulai untuk berlomba. Seperti halnya mengendarai kereta kuda. Panjang lintasan pacu pada lomba ini adalah 100 m dan berlangsung sekitar sepuluh detik hingga satu menit.

Teknis Lomba
Pertandingan dilangsungkan dalam empat babak, yaitu babak pemilihan, yang diikuti oleh semua peserta sehingga membagi peserta menjadi dua kelompok yaitu kelompok kalah dan menang. Lalu dilanjutkan dengan babak kedua, babak pemilihan kembali. Disini, sapi akan bertanding menurut kelompoknya masing-masing. Babak ketiga, babak semifinal. Pada babak ini, kedua kelompok akan bertanding dan tiga peserta teratas dari tiap kelompok akan masuk ke final.

Atraksi tradisional ini tidak hanya menjadi pesta rakyat bagi masyarakat Madura, tapi juga sudah menjadi daya tarik sendiri sehingga banyak turis yang datang spesial datang untuk melihat tradisi lokal ini.



Tags : wisata, tourism, travel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS

PANTAI TANJUNG PESONA

RAJA AMPAT